BUAYA YANG TIDAK JUJUR


Crocodile Northern Territory

Crocodile Northern Territory (Photo credit: neeravbhatt)

BUAYA YANG TIDAK JUJUR

Ada sebuah sungai di pinggir hutan. Di sungai itu hidup lah sekelompok buaya. Buaya itu ada yang berwarna putih, hitam dan belang-belang. Meskipun warna kulit mereka berbeda, mereka selalu hidup rukun.

Di antara buaya-buaya itu ada seekor buaya yang badannya paling besar. Ia menjadi raja bagi kelompok buaya tersebut. Raja buaya memerintah dengan adil dan bijaksana sehingga dicintai rakyat nya.

Suatu ketika terjadi musim kemarau yang amat panjang. Rumput-rumput di tepi hutan mulai menguning. Sungai- sungai mulai surut airnya. Binatang-binatang pemakan rumput banyak yang mati.

Begitu juga dengan buaya-buaya. Mereka sulit mencari daging segar. Kelaparan mulai menimpa keluarga buaya. Satu per satu buaya itu mati.

Setiap hari ada saja buaya yang menghadap raja. Mereka melaporkan bencana yang dialami warga buaya. Ketika menerima laporan tersebut hati raja buaya merasa sedih.

Untung Raja Buaya masih memiliki beberapa ekor rusa dan sapi. Ia ingin membagi-bagikan daging itu kepada rakyat nya.

Raja Buaya kemudian memanggil Buaya Putih. Dan Buaya Hitam. Raja Buaya lalu berkata,

;Aku tugaskan kepada kalian berdua untuk membagi- bagikan daging. Setiap pagi kalian mengambil daging di tempat ini. Bagikan daging itu kepada teman-teman mu!”

“Hamba siap melaksanakan perintah Paduka Raja,” jawab Buaya Hitam dan putih serempak.

“Mulai hari ini kerjakan tugas itu!,” perintah Raja Buaya lagi.

Kedua Buaya itu segera memohon diri. Mereka segera mengambil daging yang telah disediakan. Tidak lama kemudian mereka pergi membagi-bagikan daging itu.

Buaya Putih membagikan makanan secara adil. Tidak ada satu buaya pun yang tidak mendapat bagian. Berbeda dengan Buaya Hitam, daging yang seharusnya dibagi-bagikan, justru dimakan nya sendiri. Badan Buaya Hitam itu semakin gemuk.

Selesai membagi-bagikan daging. Buaya Putih dan Buaya Hitam kembali menghadap raja.

“Hamba telah melaksanakan tugas dengan baik, Paduka,” lapor Buaya Putih.

“Bagus! Bagus! Kalian telah menjalankan tugas dengan baik,” puji Raja.

Suatu hari setelah membagikan makanan. Buaya Putih mampir ke tempat Buaya Hitam. la terkejut karena di sana-sini banyak bangkai buaya.

Sementara tidak jauh dari tempat itu Buaya Hitam tampak sedang asyik menikmati makanan. Buaya Putih lalu mendekati Buaya Hitam.

“Kamu makan jatah makanan teman-teman ya?, kamu biarkan mereka kelaparan!” ujar Buaya Putih.

“Jangan menuduh seenaknya!” tangkis Buaya Hitam.

“Tapi, lihatlah apa yang ada di depan mu itu!” sahut Buaya Putih sambil menunjuk seekor buaya yang mati tergeletak.

“Itu urusan ku engkau jangan ikut campur! Aku memang telah memakan jatah mereka engkau mau apa?” tantang Buaya Hitam.

“Kurang ajar!” ujar Buaya Putih sambil menyerang Buaya Hitam. Perkelahian pun tidak dapat dielakkan. Kedua buaya itu bertarung seru. Karena kekenyangan. Buaya hitam gerak nya lamban. Akhirnya, Buaya Hitam dapat dikalahkan.

Buaya Hitam lalu dibawa ke hadapan Raja. Beberapa buaya ikut mengiringi perjalanan mereka. Di hadapan Sang Raja.

Buaya Putih segera melaporkan kelakuan Buaya Hitam. Setelah mendengarkan saksi-saksi, Buaya Hitam lalu mendapat hukuman mati karena kecurangan nya itu.

“Buaya Putih, engkau telah berlaku jujur, adil, serta patuh. Maka kelak setelah aku tiada, engkau lah yang berhak menjadi raja menggantikan ku,’’ demikian titah Sang Raja kepada Buaya Putih.

 

*****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s